Kanopi Kaca Master

Kanopi Kaca Master

Memilih Kaca Untuk Skylight

Skylight adalah bagian rumah yang dimanfaatkan untuk memasukkan cahaya tambahan. Posisinya yang berada di area langit-langit memungkinkan skylight untuk memasukkan cahaya matahari tanpa terhalang apapun.

Karena posisinya yang berada di atas, kita memerlukan pertimbangan khusus untuk memilih kaca di bagian ini. Kita harus memilih kaca yang aman dan kuat mengingat kaca di bagian ini akan terus-menerus terpapar sinar matahari dan guyuran hujan sepanjang tahun.

Atap Kaca Skylight

Gunakan jenis kaca tempered ketika Anda mengaplikasikan Skylight pada bangunan rumah, jangan menggunakan kaca annealed/kaca biasa. Kaca tempered akan lebih aman digunakan karena mempunyai kekuatan 5 kali lebih kuat dibanding kaca annealed. Sekalipun terjadi pecah karna benturan benda keras pecahannya tidak akan membahayakan penggunanya karena dalam bentuk serpihan kecil kristal yang tidak tajam.

Pilihan lainnya adalah jenis kaca laminated, jenis kaca ini terdiri atas dua lapis kaca yang disatukan oleh lapisan laminate di tengahnya. Jadi, ketika lapisan kaca teratas pecah, pecahannya tidak akan jatuh ke bawah atau mempengaruhi lapisan kaca yang berada di bawahnya. Pecahan kaca akan terhalang lapisan laminate.

Kaca Sebagai Material Bangunan

Kaca merupakan material yang sudah lama dikenal, bahkan sejak ribuan tahun yang lalu. Penggunaannya sebagai bahan bangunan mulai dikenal sejak abad ke-17. Pada abad ke-20 penggunaan kaca pada bangunan didukung oleh perkembangan industrialisasi dan penemuan teknologi dalam pengolahan dan produksi kaca.

Proses pembuatan kaca saat ini telah berkembang pesat. Semula kaca yang digunakan sebagai bahan bangunan hanya berupa kaca flat, namun sekarang telah berkembang dengan berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan sebagai bahan bangunan.

Kaca merupakan bahan anorganik yang dapat memiliki sifat jernih, tembus cahaya atau berkilau. Sifat paling menonjol dari suatu jenis kaca tergantung jumlah unsur pembentuknya. Jenis kaca dan Penerapannya dalam Arsitektur Saat ini jenis kaca sangat beragam diproduksi sesuai dengan penggunaannya dalam bangunan.

Menurut Garg (2007), jenis kaca yang penting dan sering digunakan sebagai bahan bangunan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Kaca Normal (Annealed Glass).

Kaca normal merupakan kaca datar dengan permukaan jernih dan tingkat distorsi yang rendah. Kaca normal biasa digunakan untuk aplikasi pada bangunan perumahan, shoppingmall, hotel atau restoran. Penggunaannya untuk bagian bangunan seperti jendela, pintu, dinding partisi, display, atrium, railing, green house dll. Berapa tipe dari kaca normal adalah :
  • Clear Glass, merupakan kaca yang jelas dan transparan yang memberikan bayangan objek dibelakangnya dengan sangat jelas. 
  • Tinted Glass, merupakan kaca yang telah diberi tambahan oksidan dari suatu jenis metal tertentu untuk mengurangi efek silau terhadap mata 
  • Patterned, figured or rolled glass, merupakan jenis kaca dekoratif yang tembus pandang dengan pola tertentu disalahsatu permukaannya agar terjadi penyebaran cahaya yang datang pada permukaan kaca. Banyak digunakan pada interior bangunan 
  • Wire glass, merupakan kaca yang diproduksi untuk perlindungan terhadap kebakaran 
  • Extra clear glass, merupakan jenis kaca yang digunakan untuk tujuan estetika atu privasi karena dapat melindungi objek dibagian belakang dengan permukaan yang sangat halus. 
2. Kaca laminasi (Laminated Glass)

Kaca laminasi merupakan kaca yang terdiri dari 2 atau lebih lapisan dengan satu atau lebih lapisan transparan dengan penambahan bahan plastic Polyvinyl butiral [PVB] diantara kedua lapisannya. Sifat kaca diperkuat dengan adanya lapisan PVB. Aplikasi penggunaan kaca laminasi antara lain untuk bangunan perkantoran, bank, museum, toko perhiasan dll. 

Penggunaannya untuk bagian bangunan seperti atap , lantai, skylight, ruang oservatorium hewan, akuarium, pelindungan terhadap gempa dan angin kecepatan tinggi dan kepentingan akustik. Kelebihan dari kaca laminasi ini antara lain :
  • Dapat mengurangi resiko retakan/pecah, bahkan dapat mengamankan gedung dari peluru, benda berat atau ledakan kecil. 
  • Walaupun terjadi kerusakan atau pecah, jenis kaca ini tetap memberi keamanan terhadap penghuni karena tetap berada pada posisinya (tidak terpecah menjadi puing-puing). 
  • Penghalang yang baik terhadap kebisingan. Dapat mengurangi masuknya sinar ultraviolet ke dalam bangunan. Perlindungan terhadap sinar ultraviolet bahkan mencapai 99%. 
  • Mengurangi resiko pecahan puing akibat bencana seperti gempa, angin kencang, atau badai
  • Dapat memepertahankan waran dan umur bangunan.
  • Mengurangi kerusakan akibat panas
3. Tempered or Toughened Glass
Tempered glass merupakan kaca yang sangat kuat yang diproduksi dengan perlakuan pemanasan seragam pada suhu sekitar 700°C yang kemudian didinginkan dengan cepat.
Kelebihan dari jenis kaca ini adalah :
  • Sulit untuk pecah, walaupun pecah, akan menjadi bagian-bagian yang sangat kecil sehingga tidak membahayakan penghuni. 
  • Lebih kuat 4-5 kali dari kaca normal dengan ketebalan yang sama 
  • Sangat kuat terhadap perubahan suhu mencapai 400°C., dibandingkan kaca normal yang hanya dapat bertahan pada perubahan suhu 250°C.
Tempered glass umumnya digunakan untuk aplikasi pada bangunan-bangunan dengan iklim yang keras misalnya dengan angin yang kencang atau beban salju dan termal yang tinggi. Digunakan untuk tujuan keamanan dan kekuatan, pada dinding bangunan-bangunan tinggi, airport atau untuk penggunaan interior dan eksterior yang memerlukan kekuatan tinggi.


Subscribe to receive free email updates: